Wednesday, October 12, 2016

4 Fakta Tentang HIV AIDS


Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang tercatat dalam sejarah. Pasalnya, penyakit yang disebabkan oleh virus Human immunodeficiency (HIV) ini menyebabkan dua juta kematian setiap tahun, dimana sekitar 270.000 korbannya adalah anak-anak.

Merayakan hari kesadaran AIDS yang jatuh tepat hari ini,  merangkum fakta-fakta seputar AIDS, yang dikutip dari berbagai sumber sebagai berikut:

1. Gejalanya sangat umum
Banyak orang tidak mengalami gejala setelah terinfeksi HIV. Ada yang mengalami flu sampai beberapa minggu, ada juga yang hanya mengeluh demam, sakit kepala, kelelahan, dan kelenjar getah bening di leher. Gejala ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Setelah infeksi awal, Anda mungkin tidak memiliki gejala. Perkembangan penyakit sangat bervariasi antara individu. Keadaan ini dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama periode ini, virus terus berkembang biak secara aktif dan menginfeksi serta membunuh sel-sel sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang kita ketahui berfungsi melawan bakteri, virus, dan penyebab infeksi lainnya. Virus menghancurkan sel-sel yang merupakan pejuang infeksi primer, yang disebut CD4 + atau sel T4.

Saat sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang yang terinfeksi HIV dapat mengembangkan gejala seperti kekurangan energi, demam dan sering berkeringat, ruam kulit, kehilangan memori jangka pendek dan infeksi pada genital, atau herpes.

Setelah masuk tahap lanjut, HIV menyebabkan AIDS dengan gejala umum meliputi batuk dan sesak napas, kejang, sakit saat menelan, gejala mental seperti kebingungan dan pelupa, diare berat dan persisten, demam, kehilangan penglihatan, mual, kram perut, dan muntah, kelelahan ekstrim, sakit kepala dengan leher kaku. Orang dengan AIDS juga rentan untuk mengembangkan berbagai kanker seperti sarkoma Kaposi adalah kanker yang mempengaruhi lapisan pembuluh darah limfatik, kanker leher rahim atau kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

2. Anak-anak banyak kena dampak
Diperkirakan 1 dari setiap 20 orang dewasa hidup dengan HIV. Masalahnya, ada sekitar dua juta kematian akibat AIDS setiap tahun, dimana sekitar 270.000 diantaranya adalah anak-anak.

Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan dari tahun 2010-2013 terjadi peningkatan balita mengidap AIDS pada balita yang positif HIV dan telah diberi (antiretroviral) ARV. Pada 2012, terdapat 3.488 balita yang dites HIV tapi yang positif HIV hanya 649. Sedangkan pada 2013, dari 5.127 balita yang tes HIV ada 759 HIV positif. Data sementara hingga Maret, dari 1.037 balita tes HIV, ada 110 yang HIV positif.

3. Paling rentan dialami Lak-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki
Data Kementerian Kesehatan mencatat, seks antar sesama jenis (LSL) dan laki-laki berisiko tinggi (LBT) yang terkena HIV/AIDS meningkat. Laki-laki yang melakukan seks atau `bermain` ke tempat pelacuran dan tidak mau menggunakan kondom meningkat dari 0,1 menjadi 0,7 atau 600 persen.

Begitu juga data Integrated Biological-Behavioral Surveilance (IBBS) 2007 yang menuliskan bahwa peningkatan risiko HIV pada LSL sebesar 1,9 persen meningkat drastis menjadi 7,4 persen pada 2013. Begitu pula dengan risiko HIV pada waria atau transgender yang pada tahun 2009 hanya sebesar 5,8 persen menjadi 8,2 persen pada 2013.

4. Pengobatan alternatif (ARV) masih jadi pilihan
Keputusan untuk memulai pengobatan untuk HIV tergantung pada kondisi seseorang juga mempertimbangkan riwayat medis seseorang seperti misalnya, berapa lama mereka telah terinfeksi HIV, jumlah CD4 T, dan kondisi kesehatan saat ini.
Terapi antiretroviral telah membawa harapan baru bagi banyak orang yang hidup dengan HIV. Di Indonesia, mereka yang terinfeksi HIV dan ingin meminum ARV, disediakan gratis oleh pemerintah.

No comments:

Post a Comment